sharing sharing
Kali ini aku mau bahas sesuatu yang sedikit serius, hehe.
Yaitu, tentang radikalisme. Tepatnya, radikalisme di agama islam.
Radikalisme sendiri, kalau ak baca di KBBI tu bisa diartikan
sebagai sikap ekstrem dalam aliran politik. Tapi, di indonesia istilah
radikalisme lebih sering menjurus pada ektremisme agama islam. Topik
radikalisme ini sejujurnya aku udah ngga asing karena dari jaman piyik aku sering
denger omongan bapak ke kakak kakakku ketika kasih pengetahuan dan petuah
tentang radikalisme, karena emang pengetahuan tentang radikalisme sendiri itu penting
ya buat diketahui sejak dini, karena semakin dewasa, kita bakal menghadapi
berbagai macam orang, pengetahuan tentang ‘perbedaan’ dan ‘keteguhan’ itu penting
banget apalagi dalam bidang agama.
Disini aku Cuma mau cerita, karena aku sendiri masih dangkal
banget, pengetahuanku masih sempit, belum pernah baca buku buku berat tentang
radikalisme, karena dari tebelnya aja kadang udah bikin ngantuk, hehe. Tapi isu
radikal sendiri selalu bikin aku tertarik buat diskusi dan pengen tau lebih
dalam. Sebenernya, kalau bahs tentang radikalisme, dibayanganku ya Cuma tentang
teroris, padahal isu radikalisme itu sangat luas daan tak terbatas, nggga hanya
masalah tentang teroris itu sendiri. Jadi, aku ngerasa masih perlu belajar
banyak dari baca baca dan diskusi.
Kemarin waktu aku nganterin Mama ke Halal bi halal alumni
Ponpes pandanaran Jogja, aku dengerin Mauidhah Khasanah dari Gus Azka, yang
singkat, tapi ngena, terutama buat para muda mudi. Di jogja sendiri emang udah
terkenal kalau banyak berkembang paham radikalisme disini,*btw,aku juga kuliah
di jogja, jadi ngerasain sendiri atmosfernya, hehe* karena banyaknya tu
mahasiswa yang masih berkobar kobar
benget karena mereka masih memiliki idealisme yang tinggi.
Jadi, gus azka cerita kalau dia dpet cerita dari mantan
pelaku bom bali *waktu itu gus azka sebut namanya, tapi aku lupa* . kalau, awal
mula pelaku tsb terjun ke dunia terorisme itu karena pikiran dia diracuni hanya dengan
3 pertanyaan ini:
1.
Kamu pilih Al quran hadis atau pancasila?
2.
Kamu pilih nabi Muhammad atau presiden?
3.
Kamu pilih negara islam atau negara kafir?
So pasti kita sebagai umat islam bakal milih pilihan pertama
semua, nah, padahal itu semua pertanyaaan jebakan yang tidak pantas untuk
dipertanyakan.
Pertama, Al quran hadis dan pancasila, dua hal ini tidak
pantas untuk diperbandingkan, jelas jelas AL quran ini kalam Allah , hadis dari
Rasul nya Allah, sedangkan pancasila dibuat hanya oleh manusia biasa belaka.
Tidak pantas untuk dibandingkan dengan Kalam Allah. AL qur’an itu kalau mau di
bandingkan, ya dengan kalam Allah juga, kayak Injil, Taurat, Zabur. Pancasila
juga kalau mauu dibandingin juga sama Piagam Jakarta, dll.
Sama halnya dengan pertanyaan kedua, Nabi Muhammad SAW
seorang Rasulullah, Ma’shum, diutus langsung oleh Allah tidak pantas
dibandingkan dengan Presiden yang
hakikatnya manusia biasa.
Pertanyaan ketigaa, negara kafir disini diartikan sebagai
negara yang penduduknya ngga Cuma beragama islam kayak Indonesia ini. Nah,
disini kita liat para founding father kita yang dulu memperjuangkan kemerdekaan
Indonesia ini, mereka dari berbagai macam suku, agama, ras, budaya bersama sama
memperjuangkan negara Indonesia. Bahkan, sila pertama pancasila yang mengalami
perubahan tersebut juga menunjukan bagaimana mereka menghargai perbedaan nyang ada
di negera kita tercinta ini.
Jadi guys, sebelum
kita termakan oleh isu isu ngga jelas yang bersifat provokatif, mungkin lebih
baik kita benar benar saring apa yang kita dengar, baca, dan lihat. Jangan langsung
kita telan mentah mentah karena zaman sekarang hoax, fitnah, bertebaran dimana
mana.
Dari berita berita bohong kayak gitu dapat menyebabkan pemikiran
orang menjadi ter provokasi dan bisa berujung pada radikalisme itu sendiri, dan
bahkan ingin menghancurkan negara sendiri :”.
Mohon maaf guys,topik ini emang sangat sensitif dan aku juga
merasa belum menyampaikannya dengan baik sehingga kalau ada yang mau ngoreksi,
nambahin, dll bisa bnget nget nget, karena aku juga masih belajar.
J
Komentar
Posting Komentar